Chat with us, powered by LiveChat
Tampilkan postingan dengan label 'kumpulan Judi Slot Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 'kumpulan Judi Slot Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Juni 2023

Kembalikan Spirit Juara Bulu Tangkis Indonesia

 


Segudang prestasi yang pernah diraih membuat Indonesia tak dapat dipisahkan dari bulu tangkis dunia. Hanya saja, dalam beberapa tahun terakhir raihan prestasi Indonesia cenderung menurun. Bahkan, beberapa kali kalah dalam ajang kompetisi internasional yang diselenggarakan di rumah sendiri.

Lolosnya Anthony Ginting sebagai satu-satunya perwakilan Indonesia ke babak final Indonesia Open 2023 sedikit mengobati kekecewaan pencinta bulu tangkis Indonesia. Pasalnya, pada kejuaraan yang sama tahun lalu, Indonesia bahkan tidak berhasil mengirimkan satu pun pemainnya ke babak semifinal di kandang sendiri.

Meski harus melawan juara bertahan dunia asal Denmark, Viktor Axelsen, tidak tertutup peluang bagi Ginting untuk memperebutkan medali emas. Prestasi tersebut tentu dinantikan Indonesia setelah puluhan tahun gagal diraih di rumah sendiri, terutama pada partai tunggal putra. Terakhir, gelar juara Indonesia Open pada partai tunggal putra diraih oleh Simon Santoso tahun 2012.

Padahal, tahun 90-an, Indonesia cukup sering memenangi kejuaraan kategori Super 1000 tersebut. Indonesia menjadi tuan rumah kategori tersebut sejak tahun 1982. Hanya saja, di periode-periode awal ajang kompetisi belum mampu mencapai podium tertinggi.

Perwakilan Indonesia baru mampu meraih peringkat kedua tahun 1984. Saat itu, hanya partai tunggal putra dan tunggal putri yang diperlombakan. Memasuki periode ke-4, yakni tahun 1986, turnamen ini turut menyertakan partai ganda putra, putri, dan campuran dalam pertandingan.


Puncak kejayaan

Baru pada awal tahun 1990-an Indonesia memasuki masa kejayaannya. Merujuk arsip BWF, Indonesia cukup mendominasi kemenangan. Tak hanya pada partai tunggal putra, tetapi di semua lini partai yang dipertandingkan. Deretan atlet dengan Bendera Merah Putih mewarnai catatan BWF. Mulai dari Ardy Wiranata, Susi Susanti, Alan Budikusuma, hingga Ricky Subagdja. Tak hanya berprestasi di rumah sendiri, para legenda hidup atau living legend itu juga telah mengharumkan nama Indonesia dengan menjuarai ajang bergengsi dunia, yakni Olimpiade.

Ardy Wiranata, misalnya, selain enam kali menyabet juara Indonesia Open, pemain tunggal putra itu juga meraih medali perak Olimpiade Barcelona 1992. Atlet kelahiran 1970 itu harus menyerah kalah di babak final dari Alan Budikusuma. Begitu pula Susi Susanti. Legendaris tunggal putri itu juga membawa pulang medali emas dari ajang yang sama.

Tak hanya pemain tunggal, Ricky Subagdja, pemain ganda putra tercatat empat kali memenangi Indonesia Open berpasangan dengan Rexy Manaiky. Selain di kandang sendiri, keduanya juga menorehkan prestasi hampir di seluruh turnamen bergengsi dunia. Beberapa di antaranya medali emas Olimpiade Atlanta 1996, Juara Dunia (1995), dan Asian Games (1994, 1998).

Prestasi atlet Tanah Air di Indonesia Open masih berlanjut hingga awal tahun 2000-an. Sang juara Olimpiade Athena 2004, Taufik Hidayat, juga berhasil meraih medali emas Indonesia Open sebanyak enam kali.



Pada ganda putra, Candra Wijaya berpasangan dengan Tony Gunawan juga pernah meraih medali emas Indonesia Open di tahun 2006. Sementara itu, pada ganda putri Vita Marisa bersama dengan Lilyana Natsir menduduki posisi pertama tahun 2008 setelah menaklukkan pasangan Korea.

Lilyana juga pernah menyabet medali emas pada sektor ganda campuran berpasangan dengan Nova Widianto (2005). Selanjutnya, pada tahun 2017 dan 2018, Lilyana kembali menyandang juara ganda campuran Indonesia Open bersama Tontowi Ahmad. Selain sejumlah pasangan tersebut, masih banyak atlet Indonesia yang berhasil meraih prestasi, baik di luar maupun di dalam negeri, terutama pada ajang Indonesia Open.

Dari semua partai permainan, hanya tunggal putri yang prestasinya relatif singkat pada kejuaraan Indonesia Terbuka. Terakhir, kemenangan diraih oleh Ellen Angelina di tahun 2001 setelah Susi Susanti empat kali berturut-turut merebut medali emas (1994-1997). Dilanjutkan oleh Mia Audina Tjiptawan (1998) dan Lidya Djaelawijaya (1999). Dengan kata lain, regenerasi pada partai ini relatif minim dan masih kalah dengan kelompok partai pertandingan lainnya.



Menurun

Sayangnya, sekitar satu dekade terakhir, inkonsistensi pemain Indonesia mulai tampak, terutama pada laga Indonesia Open. Penurunan prestasi kini tak hanya terjadi di tunggal putri. Partai lainnya pun, baik tunggal putra maupun semua partai pemain ganda, juga mengalami tren penurunan.

Berdasarkan catatan terbaru BWF, kemenangan atlet Indonesia pada Indonesia Open terakhir diraih oleh ganda putra, yakni pasangan Marcus F. Gideon dengan Kevin Sanjaya. Medali emas berturut-turut diraih selama tiga periode sepanjang tahun 2018-2021. Tahun 2020 kejuaraan ditiadakan karena Pandemi Covid-19.


Pasangan yang akrab disapa ”Minions” itu pun pernah menduduki rangking pertama dunia. Namun, performa keduanya kian menurun terutama ketika Marcus beberapa kali mengalami cedera.

Unggulan ganda putra Indonesia kini digantikan oleh pasangan Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto. Meski mengantongi gelar juara Malaysia Open 2023 dan All England 2023, keduanya juga belum mampu mengembalikan gelar juara Indonesia Open.


Harapan kemenangan di tahun ini disematkan pada pasangan ganda putra muda Pramudya dan Yeremia. Namun, keduanya kalah oleh salah satu unggulan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Sabtu, 17 Juni 2023). Sektor ini dinilai lebih banyak menghadirkan talenta-talenta baru, tetapi hingga kini belum mampu kembali merebut medali emas di kandang sendiri.

Meski demikian, bukan berarti atlet yang ada saat ini tidak berbakat. Mereka tetap saja ”pahlawan olahraga” karena beberapa kali menorehkan prestasi dalam kejuaraan lain. Hanya saja, medali emas pada kejuaraan di kandang sendiri tetap harus terus diperjuangkan.

Indonesia Open memang bukan satu-satunya turnamen yang diperebutkan oleh para atlet dunia. Namun, ditetapkan sebagai salah satu turnamen yang wajib diikuti pemain terbaik dunia. Hal ini mengindikasikan bahwa laga itu harus turut diutamakan.




Kategori tersebut merupakan level ke-2 tertinggi yang kemudian diakhiri dengan Final Tur Dunia BWF. Di antara kategori lainnya, Super 1000 menjadi salah satu ajang paling bergengsi yang selalu diikuti oleh pemain-pemain terbaik dunia. Pasalnya, poin yang diperoleh akan diperhitungkan untuk keikutsertaan dalam kejuaraan bergengsi dunia, yakni Olimpiade.

Kejuaraan tersebut penting untuk mengembalikan kiprah Indonesia pada ajang bulu tangkis dunia. Apalagi, bulu tangkis selama ini menjadi salah satu cabang olahraga yang relatif cukup sering berhasil mengibarkan bendera Merah Putih pada posisi tertinggi di kancah internasional. Indonesia juga dikenal sebagai rumah bagi calon-calon pemain bulu tangkis kaliber dunia. Oleh karena itu, torehan prestasi harus terus diperjuangkan dan dipertahankan. Spirit juara harus terus ditanamkan pada seluruh atlet-atlet kebanggaan Indonesia.


Editor : hokijoin.today

Sabtu, 17 Juni 2023

Liga Inggris: Man City Segera Lepas 4 Pemain, Termasuk Pahlawan Treble


Manchester City akan melepas empat pemain pada musim panas 2023. Nama keempatnya tidak tercantum dalam daftar pemain yang didaftarkan ke Premier League.  

Kapten Man City, Ilkay Gundogan, termasuk dalam nama pemain yang tidak didaftarkan ke Premier League, meskipun klub menyodorinya kontrak baru.




Nama lain yang juga akan dilepas Man City adalah Terrell Agyemang, Rowan McDonald, dan Benjamin Mendy. 

Daftar resmi telah diserahkan ke Premier League, yang mencatat bahwa status pemain mungkin telah berubah sejak diajukan.

Gundogan santer dihubungkan dengan kepergian pada musim panas ini, meskipun Pep Guardiola ingin mempertahankan gelandang tersebut. Arsenal mengincar kapten yang membantu Man City meraih treble dan siap menawarkan kontrak yang lebih lama daripada The Citizen. 


Ngebet Pertahankan Gundogan




Manchester City sebenarnya berusaha keras mempertahankan Gundogan. Mereka awalnya menyodorkan kontrak baru berdurasi setahun, namun kemudian ditingkatkan menjadi dua tahun. 

Namun, diklaim Man City dan Arsenal kalah dari Barcelona. Pemain berusia 32 tahun itu diyakini telah ditawari kontrak tiga tahun oleh raksasa La Liga tersebut.

Guardiola adalah penggemar berat sang gelandang. Sang manajer bahkan menjadikan Gundogan sebagai rekrutan pertamanya untuk City saat kedatangannya pada 2016.


Pujian Guardiola untuk Gundogan




Guardiola bahkan terang-terangan mengatakan sangat menikmati bekerja sama dengan Gundogan. Ini syarat kuat Guardiola ingin mempertahankan sang pemain. 

"Saya mengatakan tentang kontrak, klub terlibat dan mengetahui pendapat saya. Mereka di atas saya, kami mengambil keputusan bersama, baik dan buruk," kata Guardiola, seperti dikutip The Sun, Jumat (16/6/2023). 

“Dia memiliki segalanya. Lari luar biasa di sepertiga akhir, betapa cerdasnya dia."

"Tidak perlu mencetak dua gol untuk mengetahui dengan tepat bagaimana saya menyukai pemain ini dan  menikmati bekerja sama dengannya. Saya ingin bekerja dengannya di masa depan," imbuh Guardiola

Sumber: The Sun





Edit : hokijoin.today


Kembalikan Spirit Juara Bulu Tangkis Indonesia

  Segudang prestasi yang pernah diraih membuat Indonesia tak dapat dipisahkan dari bulu tangkis dunia. Hanya saja, dalam beberapa tahun ter...